Sabtu, 28 November 2015

Pengertian dan Jenis Literatur
Menurut ALA Glosary of Library and Information Science (1983), Literatur adalah bahan bacaan yang digunakan dalam berbagai aktivitas baik secara intelektual maupun rekreasi.
Literatur dapat dikelompokkan menurut beberapa kategori, diantaranya :

1.    Jenis literatur menurut lokasi penempatan koleksi dapat dibedakan menjadi 2, yaitu 

a)    Koleksi Umum
Koleksi umum terdiri atas buku untuk tingkat pembaca dewasa  yang telah diolah dan ditempatkan di rak terbuka. Sebagian besar koleksi umum merupakan monograf dan judul dalam seri. Terbitan berseri yang bukan majalah dapat dimasukkan di sini menjadi koleksi yang dapat dipinjam.

b)    Koleksi referensi
Koleksi referensi atau koleksi rujukan, menghimpun informasi yang secara langsung dapat menjawab pertanyaan. Misalnya, kamus, direktori, ensiklopedi, buku pedoman, buku pegangan, dll. Selain itu koleksi referensi juga menghimpun informasi yang merujuk kepada sumber informasi lain atau hanya menunjukkan lokasi di mana informasi yang dicari dapat ditemukan. Misalnya, katalog, bibliografi, dan lain - lain.

2.    Jenis literatur menurut  tingkat ketajaman analisisnya dapat dibagi 3 golongan, yaitu

a)    Literatur primer
Literatur primer adalah karya tulisan asli yang memuat kajian mengenai sebuat teori baru, atau penjelasan suatu gagasan dalam berbagai bidang. Literatur primer bisa berupa artikel majalah ilmiah, laporan penelitian, disertasi, paten, standard, makalah seminar dan lain-lain. 

b)    Literatur sekunder
Literatur sekunder merupakan literatur yang berisi informasi mengenai literatur primer. Literatur sekunder menawarkan literatur primer dengan cara meringkas atau menbuat indeks, jadi literatur sekunder tidak berisi pengetahuan baru, melainkan hanya mengulang dan menata pengetahuan yang sudah ada. Literatur ini termasuk dalam jenis koleksi referensi seperti kamus, ensiklopedi, thesaurus, direktori, majalah abstrak, majalah indeks, bibliografi, tinjauan literatur, termasuk juga pangkalan data dan lain-lain.

c)    Literatur tersier
Literatur tersier adalah literatur yang memuat informasi yang merupakan petunjuk untuk memperoleh literatur sekunder. Yang termasuk literatur tersier adalah bibliografi dari bibliografi, direktori dari direktori dan lain - lain.

Sulistyo-Basuki (1996) membedakan literatur (dokumen) berdasarkan sifatnya menjadi 3, yaitu

1.    Dokumen tekstual
Dokumen tekstual menyajikan isi lengkap dalam bentuk teks tertulis untuk kemudian dibaca oleh pemakai. Dokumen tekstual meliputi buku, majalah, kumpulan statistik, kartu katalog, dokumen administratif, dokumen perundang-undangan, paten, dan lain - lain.

2.    Dokumen nontekstual
Dokumen nontekstual juga memuat teks tertulis, namun bagian utamanya disajikan dalam bentuk bukan tertulis atau bentuk lain. Bentuk lain yang dimaksud misalnya bentuk gambar, suara dengan tujuan untuk dilihat, didengar, ataupun dimainkan oleh pemakai. Dokumen nontekstual  dapat dibagi menjadi :
a.    Dokumen ikonik, misalnya peta, atlas, lukisan, foto, dan lain - lain.
b.    Dokumen suara berupa rekaman suara, radio, kaset, dan lain - lain.
c.    Dokumen audio visual atau dokumen pandang dengar, misalnya televisi, film, dan video.
d.    Dokumen yang bersifat material, artinya jelas dapat dipegang, diraba, dan dilihat, misalnya bola dunia, karya artistik, monumen, dan lain - lain.

3.    Dokumen campuran
Merupakan dokumen yang menggabungkan dokumen tekstual dan nontekstual menjadi satu dalam membahas sebuah subjek, misalnya buku ajar bahasa Inggris yang dilengkapi dengan kaset.
Jenis literatur menurut isinya, antara lain dikelompokkan sesuai Klasifikasi Desimal Dewey (Dewy Decimal Classification), yaitu
000-099    Karya umum
100-199    Filsafat
200-299    Agama
300-399    Ilmu-ilmu Sosial
400-499    Bahasa
500-599    Ilmu Murni
600-699    Teknologi (Ilmu Terapan)
700-799    Seni, olah raga, hiburan, rekreasi, hobi
800-899    Sastra
900-999    Geografi, kisah perjalanan, sejarah

Literatur menurut bentuknya dibagi 2, yaitu
1.    Literatur berbentuk buku
2.    Literatur berbentuk non buku

Literatur berformat non buku adalah sebagai berikut:
1.    Piringan hitam
Piringan hitam biasanya pada umumnya memuat rekaman musik. Akan tetapi piringan hitam dapat pula memuat hal-hal seperti pelajaran, cerita, dan sebagainya. Piringan hitam banyak digunakan sebagai bahan perpustakaan bagi tuna netra.
2.    Pita rekaman
Pita rekaman dapat digunakan untuk merekam. Pita rekaman sudah jarang digunakan sejak pita  kaset yang lebih praktis umum digunakan orang.
3.    Kaset
Kaset adalah bentuk pita rekaman yang praktis, bentuknya kecil sehingga mudah dibawa. Kaset dapat digunakan untuk merekam musik, pelajaran, cerita dan lain - lain. 
4.    Laser Disk
Laser disk digunakan untuk merekam suara maupun gambar.
5.    Film
Film termasuk bahan perpustakaan yang mahal, baik harga maupun biaya pemeliharaannya.
6.    Filmstrip
7.    Slide
8.    Mikrofilm
Mikrofilm dapat merekam sampai sebesar 1 halaman surat kabar. Setiap rol panjangnya 100 kaki dapat memuat 600 frame. Biasanya digunakan untuk merekam surat kabar, buku ataupun naskah kuno.
9.    Mikrofish
Mikrofis sistemnya sama dengan mikrofilm, akan tetapi bahan mikrofis berupa lembaran sebesar kartu pos. Digunakan untuk merekam buku maupun dokumen. Setiap lembar mikrofis dapat memuat 60 – 300 halaman.
10.    Video
Video banyak digunakan karena sifatnya sama dengan film, akan tetapi harganya jauh lebih murah.
11.    Lukisan
Lukisan dapat pula dijadikan sebagai bahan perpustakaan.
12.    CD (Compact Disk)
•    CD
•    VCD
•    DVD
•    CD-ROM
13.    Internet dan lain - lain

Buku memiliki bagian-bagian fisik dan memuat keterangan-keterangan mengenai buku itu, misalnya tahun terbit, hak cipta, dan lain – lain. Menurut A.S. Nasution (1983)  yang umum ada pada suatu buku adalah sebagai berikut:
1.    Sampul/kulit buku (muka, belakang, punggung)
•    Sampul tebal
•    Jaket (sampul pelindung)
2.    Halaman pelindung (lembar penguat)
3.    Blok buku yang terdiri atas :
•    Perwajahan awal (preliminary)
•    Bagian/perwajahan teks
•    Perwajahan akhir (postliminary)
Perwajahan awal terdiri atas:
1.    Halaman setengah judul (half title page)
2.    Halaman judul Perancis
3.    Halaman-halaman untuk
•    Judul, hak cipta
•    Ucapan terima kasih
•    Dedikasi
•    Daftar isi
•    Daftar peta dan ilustrasi

Perwajahan teks terdiri atas:
1.    Judul bab
2.    Sub-sub judul bab, dan sebagainya
3.    Teks
4.    Keterangan gambar
5.    Catatan (note)
6.    Foto/ilustrasi
7.    Grafik, daftar

Perwajahan akhir terdiri atas lampiran-lampiran sebagai berikut:
1.    Bibliografi
2.    Appendiks
3.    Indeks
4.    Daftar istilah / glossary berikut artinya (Staff UI, 2008)

Berdasarkan pemaparan di atas, kepemilikan literatur menjadi suatu hal yang sangat penting untuk dimiliki oleh seorang mahasiswa untuk memperdalami dan menggali informasi tentang mata kuliah.

0 Feed back:

Posting Komentar

Start Work With Me

Contact Us
WAES ALQORNY
+6285-60001-3003
Brebes, Indonesia
Diberdayakan oleh Blogger.

About

Facebook

Featured Posts

Featured Posts

Featured Posts

Instagram Photo Gallery

Blog Archive

Follow Us

Sponsor

Recent Posts

Site Links

Saya Waes alqorny, kelahiran Brebes 09 Mei 1991, setelah menempuh program S1 di salah satu perguruan tinggi Swasta di Yogyakarta saya berkarir sebagai staf IT diperusahaan telekomunikasi di Jakarta. disela-sela kesibukan saya terkadang menyisihkan waktu untuk menulis di blog pribadi dan menyelesaikan proyek desain grafis.

Latest Post

Popular Posts